PASURUAN – Berawal dari Video berdurasi beberapa detik menunjukkan kekecewaaan Kepala Desa Balung Anyar “sholeh” , Kecamatan Lekok , Kab Pasuruan – Jawa Timur.

Rabu ( 12/11/2025). Sekitar pukul

19.00 wib. Terhadap pelayanan RSUD grati.

 

Dari kronologi pasien RSUD grati yang berinisial “WN” berusia sekitar 26 tahun ,telah di rawat kurang lebih 3 hari, lalu meninggal dunia akibat sakit demam berdarah. Di ketahui meninggalkan 2 anak dan suami.

 

Kepala desa Sholeh hendak meminjam “brankar” atau kereta dorong, dari lantai dua ke lantai 1 menuju ambulance desa yang di kendarai sendiri oleh kades balung anyar. Namun pelayanan tidak merespon cepat dan tidak di perbolehkan meminjam.

 

Saat jurnalis media ini menerima informasi dari pemvideo yaitu kades balung anyar langsung, Pihak RSUD Grati langsung kami konfirmasi by whastapp.

“Kami sudah menerima informasi dari teman-teman petugas , namun jika meminjam brankar

Harus beserta ambulance , ambulance kami gratis” terang Humas RSUD grati ” Deby”

Dan jika sampean penulis saya pinjam bolpoin sampean boleh tidak , dan jika saya pinjam suami mbak apakah juga boleh ibaratnya demikian” ungkapnya by call WhatsApp dengan nada perumpamaan .

 

Jurnalis media ini tak henti bertanya , mohon maaf Abah , misal nya kami pinjam tandu hanya dari lantai 2 ke lantai 1 menuju ambulance desa masak tidak di perbolehkan?

Administrasi juga sudah selesai , karena pak Kades sendiri yang bawa ambulance desa?

Coba MBK tanya lagi ke pak kades , apakah tandu akan di pinjam hingga lokasi , karena info yang kami dapat dari temen – teman demikian, pungkasnya.

 

Jurnalis media ini tidak henti di sini , setelah menutup telfon dari perwakilan Humas RSUD grati lalu menuju kediaman kades balung anyar untuk singkronkan lagi kabar tersebut .

 

“Saya sendiri yang jemput pasien MBK , saya hanya mau pinjam dari lantai atas ke ambulance di lantai 1 , saya sudah menunggu satu jam an , namun petugas RSUD seperti abai” tegas kades Sholeh balung anyar .

 

Jurnalis media ini ke kantor desa balung anyar , memang terlihat ambulance desa tidak memiliki brankar yang ber’roda (rusak) tampak lepas , kurang layak, dan menyulitkan.

 

Dengan adanya pemberitaan ini semoga bisa jadi bahan evaluasi pihak rumah sakit , supaya tidak tebang pilih dan sekiranya tidak melanggar prosedur rumah sakit .

 

Berita ini akan trus running hingga mendapat konfirmasi dan klarifikasi dari pihak RSUD grati .

Bersambung ….

 

– #Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) LAPOR!#

– #Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI

– #Ombudsman Republik Indonesia (ORI)#

– #Dinas Kesehatan (Dinkes)# Provinsi/Kabupaten/Kota#

– #Bupati Kab Pasuruan#

– #Gubernur Jawa timur#

 

Investigasi team : M. Yon & Red